Browser Wars

BROWSER WARS DAN DOTCOM BUBBLE BURST

BROWSER WARS
Browser Wars muncul karena anggapan bahwa Internet Explorer (software bawaan dari Microsoft ) telah memonopoli pasar Web Broser dengan kebijakannya menyertakan Internet Explorer sebagai Web Browser gratis yang bisa didapatkan dengan menggunakan Sistem Operasi Microsoft pada PC pengguna. Hal tersebut tentu saja “mematikan” Netscape (Web Browser yang terkenal pada era 1990-an dan paling banyak digunakan sebelum kemunculan Internet Explorer ) karena pengguna akan enggan menginstal Web Browser baru apabila dihadapan mereka tekah tersedia sebuah aplikasi yang bisa mereka dapatkan dengan mudah dan gratis. Berbeda dengan anggapan Netscape sebagai pesaing yang menyatakan hal tersebut sebagai praktek monopoli dan praketk bisnis tidak sehat, Microsoft justru menganggap hal tersebut sebagai hasil dari Inovasi dan Kompetisi.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah AS melalui Departemen Kehakiman melakukan sebuah penyelidikan mengenai dugaan-dugaan tersebut. Penyelidikan tersebut kemudian berlanjut pada persidangan-persidangan, dan selama proses persidangan tersebut ditemukan bahwa Microsoft telah mengancap produsen PC dengan mencabut lisensi mereka untuk mendistribusikan Windows apabila mereka menghilangkan ikon Internet Explorer dari desktop awal. Hasil dari persidangan tersebut, yang menyatakan bahwa Internet Explorer talah melanggar Bagian 1 dan 2 dari UU Sherman, dan salah satu penyelesaian yang direkomendasikan adalah bahwa Microsoft harus dipecah menjadi dua unit yang terpisah, satu untuk menghasilkan sistem operasi, dan satu untuk memproduksi komponen perangkat lunak lain, pada akhirnya dibalas dengan upaya banding dari pihak Microsoft. Setelah ditempuh berbagai persidangan pada akhirnya ditemukan kesepakatan bahwa Microsoft harus memberikan opsi bagi para pengguna untuk dapat memilih sendiri Web Browser yang mereka inginkan dan memberi kemudahan bagi para pengguna untuk menginstal Web Browser lain yang mereka inginkan disamping Internet Explorer yang tetap disediakan dari pihak Microsoft. Namun pada akhirnya persaingan tersebut tetap dimenangkan oleh Internet Explorer karena inovasi-inovasi baru ciptaannya yang menarik, sedangkan Netscape makin lama makin tenggelam dan kemudian diakuisisi oleh perusahaan lain dan bersama-sama menciptakan Mozilla Firefox.
Peran serta pemerintah tersebut tentu saja berkaitan dengan upaya menghapuskan monopoli browser yang terjadi pada waktu itu. Web browser yang merupakan aplikasi perangkat lunak untuk mengambil, dan menyajikan sumber-sumber informasi yang terdapat pada World Wide Web ( www) merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan bisnis e-commerce yang merupakan penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet, www, atau jaringan komputer lainnya, sehingga pemerintah merasa perlu untuk turun tangan dalam menyelesaikan masalah tersebut agar monopoli dari pihak Microsoft tersebut dapat dihentikan karena bisnis Browser termasuk sebuah bisnis besar karena Browser merupakan sebuah sarana bagi pengguna untuk dapat menjelajah internet dan melakukan bisnis dari situ. Sehingga upaya tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan kepada Web Browser yang lain untuk turut serta dalam persaingan bisnis browser yang ada pada waktu itu.

DOTCOM BUBBLE BURST
Dotcom bubble merupakan suatu gelembung spekulatif yang terjadi pada tahun 1995-2000. Periode ini diawali dengan semakin banyaknya perusahaan berbasis internet yang sering disebut dengan dot-com yang bermunculan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dengan sangat pesat pada masa itu. Pada waktu itu potensi website yang menyediakan informasi dan memungkinkan pengusaha menjalankan bisnis secara on-line dilirik besar-besaran oleh para investor. Hal tersebut berdasarkan pada anggapan dan spekulasi jangka pendek yang bermula dari pengalaman meningkatnya harga saham pada masa itu. Karena adanya anggapan dan harapan bisnis tersebut akan menghasilkan laba yang sangat besar maka para investor berlomba-lomba manginvestasikan dana yang sangat besar untuk masuk ke bidang on-line. Kemudian pada tanggal 10 Maret 2000 gelembung dana tersebut pecah karena peningkatan suku bunga di Amerika. Dana yang masuk tidak berputar kembali menjadi suatu keuntungan, peristiwa inilah yang kemudian dikenal dengan Dotcom Bubble Burst. Hal lain yang menjadi penyebab peristiwa ini adalah kinerja yang buruk dari para pelaku perusahaan on-line. Mereka terlanjur memimpikan target penjualan yang tinggi, namun kinerja mereka yang buruk pada Natal tahun 2009 menyebabkan target penjualan mereka tidak tercapai. Banyak perusahaan on-line yang mengalami kerugian dan kemudian hancur karena peristiwa tersebut. Kebangkrutan tersebut tentu saja juga membrikan dampak negative bagi para karyawan, mereka kehilangan pekerjaannya. Hal tersebut menyebabkan perekonomian terguncang karena meningkatnya jumlah pengangguran pada waktu itu.

Refrensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_elektronik#Masalah_e-commerce
http://en.wikipedia.org/wiki/United_States_v._Microsoft
http://en.wikipedia.org/wiki/Dot-com_bubble
http://74.125.153.132/search?q=cache:xUHpnnCIABcJ:www.waena.org/index.php%3Foption%3Dcom_content%26task%3Dview%26id%3D3312%26Itemid%3D45+penyebab+dotcom+bubble+burst&cd=9&hl=id&ct=clnk&gl=id
http://en.wikipedia.org/wiki/Web_browser
http://www.davidallen.org/papers/Dynamic%20Policy.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/Browser_wars
http://id.wikipedia.org/wiki/Netscape_Navigator
http://id.wikipedia.org/wiki/Internet_Explorer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: