Kelemahan Sistem Perbankan

Dalam Surat Edaran No.5/22/DPNP tanggal 29 September 2003 tentang Pedoman Standar Sistem Pengendalian Intern bagi Bank Umum yang merupakan pedoman tentang mekanisme pengawasan yang ditetapkan oleh manajemen Bank secara berkesinambungan guna menjaga dan mengamankan harta kekayaan Bank, menjamin tersedianya laporan yang lebih akurat, meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, mengurangi dampak kerugian termasuk kecurangan ( fraud ) dan meningkatkan efektivitas organisasi dan meningkatkan efisiensi biaya, dijelaskan bahwa bank yang ada di Indonesia terikat dalam ketentuan mengenai Rahasia Perbankan dan hanya Dewan Komisaris, Direksi, Satuan Kerja Audit Intern, serta Pejabat dan Pegawai Bank yang dapat mengakses data-data penting yang ada di dalam sebuah bank.

Dalam Surat Edaran tersebut dijelaskan “ Bank sekurang-kurangnya harus memiliki dan memelihara system informasi menajemen yang diselenggarakan, baik dalam bentuk elektronik, maupun bukan elektronik. Mengingat bahwa system informasi elektronik dan penggunaan teknologi informasi tersebut mempunyai dampak resiko, maka Bank harus mengendalikannya secara efektif guna menghindari adanya gangguan usaha dan kemungkinan timbulnya kerugian Bank yang signifikan.” Penjelasan tersebut menguatkan bahwa pihak intern dalam sebuah bank memiliki otoritas yang tinggi dalam mengelola dan mengawasi sebuah bank, sehingga tidak menutup kemungkinan para pejabat bank mendapatkan akses yang sangat besar dalam sebuah bank dan kemudahan tersebut dapat mendorong para pejabat yang memiliki moral yang tidak baik untuk melakukan fraud.

Berdasarkan film yang berjudul Fire Wall nampak jelas bahwa pembobolan bank yang direncanakan oleh pihak ekstern dari Bank yang bersangkutan ( Biil Cox ) memanfaatkan pegawai ( Jack Standfield ) yang memiliki otoritas untuk mengakses data secara mudah karena ia memiliki kedudukan dalam bank tersebut dan ia secara syah mempunyai tugas mengawasi segala kegiatan operasional di dalam perusahaan tersebut sehingga tidak mengherankan apabila pegawai tersebut mengakses data rahasia yang berkaitan dengan dana milik nasabah yang disimpan dalam bank tersebut, namun letak permasalahannya keudian muncul ketika pegawai yang bersangkutan melakukan penyimpangan dalam melaksanakan tugasnya. Sehingga berdasarkan film tersebut dapat ditemukan beberapa kelemahan sebagai berikut :
1. Berdasarkan Surat Edaran yang tersebut diatas, tanggung jawab dan peran yang sangat besar dari pihak internal Bank justru menjadi boomerang ketika pihak eksternal memanfaatkan mereka untuk melakukan pembobolan. Peran yang sudah terlegitimasi tersebut membuat karyawan yang lain merasa wajar apabila atasannya mengakses data yang bersifat rahasia tanpa mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi.
2. Pejabat Bank yang lain tidak melakukan pengendalian intern yang efektif sehingga proses identifikasi terhadap praktek perbankan dan pelaksanaan organisasi yang tidak sehat tidak dapat diketahui secepat mungkin.
3. Nilai-nilai etika dan komitmen pribadai terhadap pengembangan bank yang sehat yang dimiliki oleh karyawan tersebut terkalahkan oleh kepentingan karyawan yang bersangkutan sehingga ia memanfaatkan kesempatan yang ia miliki dalam mengakses data guna melakukan suatu penyimpangan demi menyelamatkan keluarganya.
4. Pengendalian umum yang meliputi pengendalian terhadap operasional pusat data, system pengadaan dan pemeliharaan software, pengamanan akses, serta pengembangan dan pemeliharaan system aplikasi yang ada pada saat tertentu hanya dijalankan oleh satu orang sehingga ketika petugas yang bersangkutan tidak ditempat dapat dimanfaatkan oleh pihak lain yang mengetahui kunci dari operasional system tersebut.

Apabila kita melihat kasus lain yang terjadi dalam dunia nyata, tidak menutup kemungkinan pembobolan bank yang terjadi justru dilakukan secara sadar dan terencana oleh pihak internal dari bank yang bersangkutan. Sebagai contoh sebuah kasus yang terjadi pada Bank BRI dimana seorang teller-nya selama kurun waktu enam tahun melakukan kecurangan hingga ia berhasil meraup penghasilan lebih dari Rp 3 miliar dari membobol bank tempat ia bekerja. Pemeriksaan BPK menyebutkan bahwa teller tersebut melakukan pembobolan dengan cara gali lubang tutup lubang yang berasal dari uang setoran dan pencairan dana 28 rekening Britama dan dua rekening deposito. Dari kasus tersenut Nampak jelas kelemahan bank yang bersangkutan dari sisi pengawasan yang menyebabkan teller tersebut dapat beraksi secara mulus selama 5 tahun dan baru tercium oleh tim audit investigasi BRI pada awal tahun keenam. Kasus serupa juga cukup banyak terjadi pada bank-bank lain dengan melibatkan pihak internal dari bank yang bersangkutan.

Kasus lain yang belum lama ini terjadi dan cukup mengejutkan adalah peristiwa pembobolan ATM, yang disebut dengan ATM fraud, dengan menggunakan sebuah peralatan yang disebut dengan ATM skimming. ATM skimming merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menyaring data dari kartu ATM dan kartu kredit dan kemudian disimpan ke dalam sebuah device agar kodenya bisa diduplikasi. Jika kode tersebut didapat maka kartu ATM dengan kode tersebut bisa diduplikasi dalam jumlah yang tidak terbatas. Kemudian untuk mendapatkan PIN dari para nasabah, para pelaku memasang spycam yang ditempelkan pada badan ATM untuk mengintip PIN yang kita masukkan saat bertransaksi. Dalam kasus seperti ini, dapat disimpulkan bahwa bank yang bersangkutan memiliki kelemahan dalam system pengamanan, evaluasi, dan pendeteksian terhadap mesin ATM yang mereka miliki.

Sumber :
•http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2004/12/13/EB/mbm.20041213.EB94493.id.html
•http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4b5902ead54a7/atm
•http://ajrc-aceh.org/berita/kelalaian-pengawas-penyebab-utama-kebobolan
•Surat Edaran No.5/22/DPNP tanggal 29 September 2003 tentang Pedoman Standar Sistem Pengendalian Intern bagi Bank Umum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: